Kamis, 24 Juli 2014

Percakapan Tengah Malam

Posted By Ainoire di 09.21

Sejak terakhir kalinya, aku menunggu pesan darimu lagi. Percakapan malam itu terasa begitu singkat namun sangat melekat. Butuh berapa lama? Tak akan pernah ada waktu yang berani bertaruh, selain selama-lamanya.

Ponselku tergeletak bagai tak bertuan. Bukannya aku tak suka bermain ponsel. Aku hanya sedang menghayati sepi dan sendiri.

Padahal aku sedang tidak berharap, siapa sangka ada pesan darimu. Tengah malam kurang satu jam lagi, dan seharusnya kau sudah bermimpi. Kau bukan tipe lelaki pecinta malam dan dini hari. Kau adalah lelaki yang tidur lebih awal, bermimpi lebih awal, dan bangun lebih awal.

Aku merasa sangat beruntung mendapat pesan darimu. Meski pikiran-pikiran negatif terus saja berseliweran di kepalaku. Mungkin kau hanya tidak tega melihatku kesepian. Atau kau hanya sekadar mencari kegiatan mengisi waktu luangmu. Atau bahkan kau juga kesepian; ditinggal lelap wanitamu.

Kuakui, setiap kali aku selalu berniat mengirimkanmu pesan. Aku takut kalah dan membuatmu bosan untuk selalu memulai percakapan lebih dulu. Namun apadaya, setiap aku berniat mengirimkannya, aku teringat wanitamu lagi. Aku takut merecoki kalian berdua yang sedang kasmaran.

Aku suka caramu menghidupkan percakapan. Dan sekali lagi, aku takut membuatmu bosan. Entah kenapa, setiap kali pesan itu darimu, aku serasa lumpuh. Aku serasa mati rasa dan seketika menjadi orang paling bodoh sedunia. Aku selalu linglung dan bingung untuk mencari kata-kata. Aku selalu salah. Di sisi lain, aku tak mau percakapan berharga ini terlalu cepat selesai.

Percakapan malam itu terasa begitu singkat, namun sangat melekat. Aku tak butuh waktu lama-lama. Hanya selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Aksara dari Pena Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos